Mario Wuysang Iri Lihat Format IBL Saat Ini

Spread the love
Rate this post

Mario Wuysang Iri Lihat Format IBL Saat Ini

Jakarta, 26 Februari 2026 — Legenda bola basket Indonesia, Mario Wuysang, kembali menjadi sorotan setelah memberikan komentar tentang format kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) saat ini. Walaupun sudah pensiun dari dunia profesional sejak 2018, Mario tetap mengikuti perkembangan basket Tanah Air dan punya pendapat menarik terkait sistem pertandingan yang berlaku saat ini.


Legenda Basket Indonesia yang Tetap Memperhatikan IBL

Mario Wuysang merupakan salah satu point guard legendaris Indonesia yang telah mengukir prestasi sejak awal kariernya di IBL pada 2003. Bermain untuk klub seperti Aspac Jakarta, Garuda Bandung, Satria Muda, dan CLS Knights sebelum pensiun.

Walaupun kini tinggal di Amerika Serikat, Mario tak pernah lepas dari perkembangan olahraga yang dulu membesarkan namanya. Dari jauh ia terus memantau perjalanan liga basket profesional di Indonesia, termasuk perubahan format pertandingan.


Iri dengan Format Kandang‑Tandang yang Kini Dipakai IBL

Salah satu hal yang paling menarik perhatian Mario adalah format kandang‑tandang (home and away) yang kini diterapkan di IBL selama tiga musim terakhir. Format ini membuat setiap tim bermain di markas sendiri dan berkunjung ke markas lawan. Berbeda dari sistem pertandingan di satu tempat netral yang digunakan di era sebelumnya.

Mario mengaku iri karena tidak pernah sempat merasakan sistem ini saat masih aktif bermain. Menurutnya, format home and away memberikan pengalaman yang lebih hidup karena suporter bisa menyaksikan tim mereka berlaga langsung di kota sendiri — sesuatu yang tidak ia rasakan semasa aktif sebagai pemain.

“Saya sangat suka dengan home and away, saya berharap sistem ini bisa diterapkan dahulu ketika saya masih bermain. Saya tidak pernah suka sistem series,” ujarnya dalam sebuah percakapan yang diposting di akun Uncleroetalk.


Atmosfer Bola Basket yang Semakin Hidup

Menurut Mario, atmosfer pertandingan di kota‑kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Solo selalu luar biasa ketika ia bermain dulu. Format kandang dan tandang diyakininya bisa menghidupkan kembali semangat suporter lokal dan memberikan pengalaman berbeda bagi pemain maupun penonton.

Selain itu, perubahan format juga memaksa klub‑klub IBL untuk memperbaiki fasilitas venue mereka agar layak menggelar pertandingan di rumah masing‑masing, sekaligus menciptakan suasana kompetisi yang lebih profesional.


Perubahan Format Lanjutan di Playoff

Musim kompetisi IBL 2026 juga menyajikan modifikasi lain selain format kandang‑tandang. Kompetisi playoff, termasuk semifinal dan final, kini menggunakan sistem best of five — sebuah perubahan dari format best of three sebelumnya. Hal ini dipandang sebagai upaya memperkuat kualitas kompetisi serta memberi lebih banyak pertandingan menentukan gelar juara.


Kesimpulan: Rindu Era Lama, Dukung Inovasi Baru

Komentar Mario Wuysang mencerminkan perasaan banyak legenda dan penggemar basket Indonesia: ada rindu pada era lama, tetapi juga dukungan penuh terhadap perkembangan kompetisi yang kini lebih modern dan menarik. Format kandang‑tandang yang dibuat IBL dipandang mampu meningkatkan pengalaman penggemar dan memberikan warna baru bagi kompetisi basket profesional di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *